Fenomena The Dark Knight : Pengalaman ‘Ngantri’

July 25, 2008

Satu lagi film superhero produksi Warner Bross telah muncul. The Dark Knight (TDK), sekuel dari superhero Batman, mulai ditayangkan serentak di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Juli 2008. Saya sendiri bersama teman-teman baru menonton film ini hari Rabu tanggal 23 kemarin, atau hampir 1 minggu setelah film ini ditayangkan. Jalan cerita dari film ini belum akan saya bahas di postingan kali ini. Kali ini saya hanya akan membahas bagaimana saya mendapatkan tiket untuk menonton film ini.

Sebenarnya, pada tanggal 17 saya sudah akan menonton film ini. Kami (saya dan teman-teman) berencana untuk menonton pukul 20.15. Saya kemudian menanyakan kepada petugas 21 melalui telepon jadwal tayang dari TDK, dan memastikan bahwa  tiket yang tersedia masih cukup banyak. Segera setelah itu, sekitar pukul 14.30 saya langsung bergegas untuk membeli tiket. Tidak disangka, ternyata setelah saya sampai di sana, tiket untuk pukul 20.15 hanya tersisa untuk 3 baris terdepan. Wah2, gila bener, saya pikir. Masa masih belum jam 3 sore, tiket buat nonton jam 8 malem udah hampir abis. Setelah berunding dengan teman2, meskipun dengan perasaan kecewa, akhirnya kami memutuskan untuk menunda menonton film ini, karena kami tidak ingin kepala pusing hanya gara2 nonton film hahaha.

Tanggal 23 akhirnya kami tetapkan untuk nonton TDK ini, karena kami semua libur dikarenakan adanya pilkada di seluruh Jawa Timur. Kami berencana untuk nonton film ini pukul 14.45. Dikarenakan pilkada, maka tayangan pertama pukul 12.00 pun dibatalkan, dan mal tempat kami ingin nonton baru buka jam 13.00. Sebenarnya jam 12.45 kami sudah mau berangkat, tetapi dikarenakan ada kegiatan kecil mendadak, maka kami baru berangkat ke sana pukul 13.00. Kira2 jam 13.10 kami nyampe di sana.. Tidak disangka, hanya dalam 10 menit, antrean untuk membeli tiket sudah sangat panjang, ada 4 lajur sepanjang lebih dari 30 meter, wow!! Wah, ga bakal dapet tiket yang jam 14.45 nih, sial!! Karena udah tanggung dan ngebet nonton TDK, akhirnya terserah deh dapet tiket jam berapa, yang penting kita nonton TDK hari ini.

Selama antre, saya mencoba untuk melihat dan mengamati orang2 lain beserta tingkah lakunya yang juga antre bareng saya. Ada yang tua-muda, cowo-cewe, pasangan-sorangan, ada yang badannya gede bgt, ada juga yang kurus kecil, ada yang wangi, ada juga yang (maaf) rada BB, komplit deh pokoknya. ada yang antre tertib, ada juga yang seenaknya sendiri. Ada juga yang ngantri lengkap, bapak-ibu dengan 3 anaknya. Kenapa ga bapaknya aja yang ngantri sendirian, sementara ibunya bisa menjaga 3 anaknya, kan kasian juga anak2nya kalo ampe tergencet antrean.. Di samping itu kan juga menuh2in tempat aja.. Akhirnya setelah lebih dari setengah jam antre dengan tertib, saya akhirnya mendapatkan tiket untuk 4 orang, untuk tayang terakhir, yaitu jam 20.15. Lega, bercampur heran, sehebat ini film TDK, jarang sekali ada film yang udah tayang hampir 1 minggu, tetapi kita harus mengantri lebih dari 30 menit di siang hari untuk mendapatkan tiket tayangan malam hari.

Yang jelas, TDK ini bener2 film yang hebat. Sebenernya mal tempat saya nonton ini belakangan udah sepi bgt dikarenakan penduduk di kota kami lebih seneng pergi ke mal yang baru aja dibuka.  Tetapi gara2 film ini, mal yang sepi ini tiba2 jadi rame lagi, kegiatan bisnis di sana juga sangat bergairah dikarenakan pengunjungnya juga tiba2 membludak lagi. Bagaimana jalan cerita dari film yang begitu hebatnya ini, yang menghasilkan lebih dari 20 juta dolar di hari pertama pemutarannya di US saja, lebih dari 200 juta dolar di 5 hari pertama pemutarannya? Saya akan coba review di tulisan saya yang berikutnya.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.